Showing posts with label work. Show all posts
Showing posts with label work. Show all posts

Life on Site






Begini,
Selama lebih dari setahun aku bekerja seperti ini, aku sampai pada satu kesimpulan: Aku lebih bisa menghargai pekerjaanku, mengapresiasi apa yang aku raih, terlepas dari berbagai macam cobaannya.

Kenapa?
Aku seringkali bekerja di remote area. Jangankan sinyal internet, sinyal telepon pun kadang harus pintar-pintar mencari spot yang bagus, itupun kalau beruntung. Nyaris tidak ada hiburan. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengusir bosan dan kesepian adalah bercengkrama dengan sesama pekerja atau bahkan orang lokal. Di sini, aku belajar tentang kesederhanaan dan kekeluargaan.

Orang-orang lokal yang dipekerjakan untuk pekerjaan kasar seperti mengangkut batu bara misalnya, membuatku menyadari bahwa aku masih terhitung beruntung dan patut bersyukur. Membuat aku benar-benar menghargai pekerjaan mereka dan pekerjaanku sendiri. Bahwa yang terpenting dari suatu pekerjaan adalah bagaimana sudut pandang kita: apakah kita mau terus-terusan mengeluh atau mau menikmati.
Karena kalau aku mengeluh, malu rasanya melihat ada orang lain yang berusaha mati-matian melakukan kerja apa saja untuk menyambung hidupnya.

Belajar tentang keputusan, keberanian, dan menghargai waktu. Tapi yang paling penting adalah belajar menghargai setiap pekerjaan, kerja keras, dan jerih payah. Aku punya beberapa teman yang menghabiskan waktu kerjanya di tengah laut, di anjungan minyak, atau bahkan di hutan sekalipun. Semuanya wanita dan semuanya kujadikan inspirasiku. Bagaimana mereka menghargai pekerjaannya dan nyaris tidak pernah ada keluhan yang terlontar keluar atau kalaupun ada, mereka memilih untuk tidak memperlihatkannya.




Karena sekali lagi, semua adalah tentang pilihan.

Tentang Bekerja

Saya ingat benar 2,5 tahun lalu, dengan masih canggung memakai coverall, helm, dan boots, menaiki 4WD sambil diperhatikan dari atas ke bawah oleh orang-orang yang 'merindukan' kehadiran perempuan di dunia kerja mereka, di sebuah kilang minyak.


Selepas dari itu, saya tidak ingat benar apa yang membuat saya pada akhirnya sampai di sini.

By the time I wrote this, saya sedang ada di kamar, ribuan kilometer jauhnya dari Jakarta. Ke sini perlu waktu tempuh 6 jam perjalanan darat dari airport besar atau menyambung dengan connecting flight yang jika cuaca buruk, maka yang bisa dilakukan cuma ikhlas.

Saya beruntung pekerjaan saya tidak selalu office based, saya bisa mati bosan kalo harus begitu. Juga beruntung saya tidak harus kerja roster sepanjang waktu. Semuanya cukup imbang buat saya. Kalau saya ditanya apakah saya bahagia dengan pekerjaan ini? Ya. Apakah saya selalu merasa bahagia dengan pekerjaan ini? Tidak.

Saya percaya jika menyangkut tanggung jawab, semua tidak akan selalu mudah dan bahagia. Kalau saya selalu merasa bahagia, maka saya akan terlalu merasa nyaman, dan jika terlalu merasa nyaman, maka tidak akan ada perkembangan pada diri saya nantinya. Tidak akan pernah ada perkembangan dalam zona nyaman dan berada di zona tidak nyaman bukan berarti tidak bisa bahagia. Karena bahagia itu diciptakan, bukan dicari. 



Ini klise, tapi, keluarlah dari zona nyaman dan jadilah kebahagiaan.

Salam,

PS. As time goes by, saya sudah nggak canggung lagi naik 4WD dan jadi pusat perhatian selapangan :p


Flying

So I've been flying for almost two months. From Jakarta to Balikpapan and back again to Jakarta. Flying (home) to Bandung to meet bestfriends. Earlier this month, flying back again to Balikpapan, moved to Samarinda, Muara Badak, Bontang, Sangatta, Bengalon, and Muara Wahau with Mahakam inside. At the end of the month, flying to some countries (take it as a self reward :p), flying back home to Jakarta and then back again to Borneo and yes I can't help thinking about flying to Bali or any beaches to close this year (hopefully!). 

Hours spent on the road, packing and unpacking, take off and landing, hello and good bye. 

" I know some of you might think that I’m so lucky. Yes, I am indeed, but I have to say that I’ve been working hard. Things got difficult. There were tears and doubts as much as loneliness and too many good-byes. There were too many things I missed on the ground while I was flying. " - Puti

So may I wish to fly more next year?

Borneo (3)


Be careful with what you wish for, when you set the bar too high