Showing posts with label Scandinavia. Show all posts
Showing posts with label Scandinavia. Show all posts

Postcard to Franda


Hi.
I'm writing this because I know you love postcards, because I know you love Scandinavia as much as I do, because I remember the way you text me enthusiastically when you were in Stockholm last year, because every song of Sore always reminds me of you, because our most favorite song is Setengah Lima.

Anda.





***

N ( ) R W A Y


"Norway is a once-in-a-lifetime destination and the essence of its appeal is remarkably simple: this is one of the most beautiful countries on earth." 
Anthony Ham, Lonely Planet Writer



















Scandinavia Trip: Tips & Tricks

Setelah post tentang trip saya ke Skandinavia bulan lalu, kali ini selagi ada waktu karena (akhirnya) semester ini baru aja usai, saya pengen sharing tentang tips & trick bagaimana merencanakan trip ke negara-negara mahal tersebut. 

Disclaimer: saya ga berani bilang bahwa trip Skandinavia yang saya lakukan bulan Maret lalu sukses besar. Ada beberapa rencana yang batal saya lakukan seperti pergi ke Tromsø dan hiking ke Fjord (instad, saya menelusuri Fjord dengan kapal). Tapi kalo dari segi budget, bisa dibilang sukses lah ya. Saya "hanya" menghabiskan sekitar 400an euro (termasuk transportasi, tiket pesawat PP Munich-Oslo) untuk total 9 hari, 2 negara, dan 4 kota.


1. Tiket keberangkatan
Saya menggunakan maskapai Norwegian dengan rute Munich-Oslo-Munich. Ini adalah budget airline-nya Norwegia. Dibanding SAS atau maskapai lain, Norwegian jauhhh lebih murah, fasilitas standar. Penerbangan dari Jerman (misalkan dari Munich) ke Oslo bisa cuma 80an euro PP!

2. Itinerary
Rencanakan rute perjalananmu termasuk pada musim apa kamu akan pergi. Skandinavia itu besar dengan landscape yang luar biasa indah. Musim sangat mempengaruhi tempat dan kegiatan apa yang bisa kamu kunjungi. Misal, jika kamu pergi saat winter, kamu bisa fokus untuk mengejar aurora di bagian utara, jika kamu pergi saat summer, kamu bisa hiking ke beberapa bukit/gunung atau bahkan midnight sun.

Tips:
- Cek & ricek dulu di sini atau di sini (khusus untuk Norwegia)
- Buka google maps, track jalur, biar kamu ada gambaran seberapa jauh jarak antar kota yang akan kamu kunjungi

3. Akomodasi
Salah satu hal yang membuat total pengeluaran saya masih masuk akal adalah karena selama 9 hari, saya ga nginep di hostel sama sekali. Di Oslo, Stockholm, dan Stavanger saya nginep di tempat teman-temen yg kebetulan sedang kuliah di sana (sebenernya temennya temen sih, tapi demi menekan budget sih ga ada kata sungkan! plus bisa nambah kenalan juga kan..). Di Bergen, karena ga punya kenalan dan memang cuma semalam, kami memutuskan untuk tidur di airport.

Tips
- Jangan sungkan cari tempat nginep gratis! bisa cari tumpangan di couchsurfing atau kalo nyamannya sesama orang Indo, bisa kontak lewat grup PPI di kota masing-masing, atau tanya kenalan. Selain ga perlu keluarin uang buat akomodasi, bisa sekalian nambah teman dan punya guide lokal juga kan? Tapi jangan lupa bawa sesuatu dari tempat asal kita untuk oleh-oleh buat tuan rumah ya :)
- Nginep di airport biasa saya lakukan kalo kepepet; harga hostel mahal, cuma semalam, dan besok paginya sudah harus cabut. Nah, sebelum main hajar gelar kain di airport, saya biasa cek dulu di sleepinginairports ini. Di sini ada review tentang airport-airport yang pernah diinepin sama traveler-traveler, jadi kita bisa tau kira-kira memungkinkan ga untuk tidur disana, banyak ga yang tidur disana. Jangan sampai pas lagi enak-enaknya tidur tiba-tiba malah diusir satpam hehe.

4. Transportasi antar/dalam kota

Tram di Stockholm

- Selama di Skandinavia, saya selalu memakai jasa kereta dari satu kota ke kota lain. Tiket bisa dibeli online di sini (untuk Norwegia) dan di sini (untuk Swedia) atau beli langsung dari mesin di stasiun. Jangan lupa untuk memilih "reduced price" karena untuk pelajar diberi harga khusus!
- Untuk transportasi dalam kota, kamu bisa beli tiket satuan atau harian yang bisa dibeli online, di mesin atau di supermarket seperti 7eleven dan Navesen. Tapi cek dulu, kalo tourist attractionnya ga jauh satu sama lain, cuaca bagus, dan enak buat dipake jalan kaki aja, kenapa harus beli tiket? #padangmodeon

Untuk Oslo, harga day ticket untuk dewasa adalah 90 NOK ~ Rp. 167.000/24 jam
Untuk Stockholm, harga day ticket untuk dewasa adalah 115 SEK ~ Rp.197.500/24 jam (juga valid untuk penyeberangan ferry dari Slussen ke Djurgården dengan Waxholmsbolaget)

Tips: Jika kamu akan pergi ke Oslo dan Bergen, maka kamu wajib naik kereta. Kenapa? karena jalur Oslo-Bergen adalah salah satu jalur kereta terindah di dunia

5. Makan
Skandinavia adalah negara-negara mahal. Sebagai contoh 1 doner kebab yang biasa di Munich cuma 3-3.5 euro, di Oslo bisa 7-8 euro. 

Tips:
- Bawa/siapin makanan sendiri! kamu bisa belanja di supermarket seperti Rema 1000, Rimi, dan Kiwi (supermarket paling murah) yang pasti akan jauh lebih murah dibanding makan di resto
- Selalu siapin cemilan di tas
- Dengan begitu, kamu bisa save uang kamu untuk beli makanan khas yang emang wajib banget dicoba. Skandinavia terkenal dengan hasil laut yang menggugah selera. Di Stockholm, ada sup ikan yang melegenda dan wajib coba.

Bawa bekel sendiri, makan di taman. That's what Europe is for.


6. Uang
- Hampir semua transaksi dilakukan cashless (even di toko kebab yang kecil)
- Sebelum gesek sana sini, cek dulu apakah kartu kamu bisa dipakai di negara-negara Skandinavia. Jika bisa, ada biaya tambahan atau ga.
- Ambil uang secukupnya. Dibanding ribet-ribet tuker uang ke money changer, saya lebih suka tarik langsung dari atm di sana 
- At the end of the day, selalu rekap pengeluaran di hari tersebut (jangan lupa bawa kertas & pulpen)
- Ketika sudah kembali ke rumah, print rekening bank. Sekembalinya saya ke Munich, saya langsung print rekening bank saya dan cocokin sama catatan yang saya punya

7. Lain-lain
- Jika kamu bepergian di saat winter, siapkan outfit sebaik mungkin. Ingat, Skandinavia terletak di utara, semakin utara kamu berjalan, maka suhu akan semakin rendah. Ketika saya ke sana di akhir Maret, masih ada salju yang turun padahal di Eropa Barat sudah mulai masuk spring
- Sepengalaman saya, orang-orang di Norwegia dan Swedia (terutama Stockholm) dapat berbahasa inggris dengan baik. Petunjuk arah pun selalu tersedia dalam bahasa inggris. Tapi ga ada salahnya mengucapkan "terima kasih" dalam bahasa mereka: "Takk!" (Norsk)
- Jika ingin membeli souvenir jangan ragu buat membandingkan harga. Saya selalu beli kartupos tiap jalan-jalan dan rata-rata toko souvenir juga menjual perangko. Jadi kamu bisa tulis dan kirim langsung kartupos dari Skandinavia ke orang-orang tersayang :)


8. ENJOY!
Skandinavia bagi saya ga cukup didatangi sekali, ga ngebosenin, dan beda dari tipikal kota-kota Eropa pada umumnya. Lagu "I Left My Heart in Scandinavia" memang benar adanya :) so enjoy the trip while you can!




How I miss winter


Hi R,

If you're wondering where have I been these days, I would answer: I'm still here, playing with the sun. I was born and raised under a constant level of sunshine, this is probably the best reason why I'm such a huge fan of the sun. 

But then I realized that I miss my winter time.

R, 
it is hard to live with many options when you have to choose one. The bitterly cold winter looks scary to me, but there I learned how to appreciate the warmth. While summer seems to provide the joy and whoop, I started to learn about falsity. 

Let me tell you that it is not always about the season, it is more about how you feel. It is not always about choosing or being chosen, it is more about what you have learned. 

R,
Too early for you to get the message, but I can tell you that Stockholm is one of the most romantic places to gaze the snow.


Love,

F

Akhirnya Skandinavia






Traveling ke negara-negara Skandinavia selalu masuk dalam bucket list saya dan Norwegia selalu jadi negara pertama yang wajib dikunjungi dibanding negara-negara saudaranya yang lain. Wacana mengunjungi Skandinavia sudah ada sejak saya tau akan tinggal di Jerman dalam beberapa tahun ke depan (haha!). Pokoknya selama tinggal di benua biru ini harus sempat ke Skandinavia (walaupun tau setelah itu akan langsung jatuh miskin). Namun saat itu hanya jadi sekedar wacana saja karena saya harus cari jadwal libur kuliah (udah bela-belain ke Skandinavia, rugi banget kalo cuma 3-4 hari, kan?), harus cari tiket murah (maklum, mahasiswa), dan yang paling utama adalah mempersiapkan tabungan yang cukup.

Wacana akhirnya berubah menjadi rencana. Perburuan tiket Munich - Oslo pun dimulai. Mulai dari cek web tiap detik, dateng ke agen travel, sampe datengin Munich Airport semua dilakuin, demi dapet tiket semurah-murahnya. Tiket sudah di tangan, rasanya seneng luar biasa. Nelfon Ayah buat ngabarin, dia malah balik nanya: "Norway aja? gak ke negara tetangganya yang lain sekalian?". Woohoo, your wish is my command, Daddy!

Rencana awal adalah mengejar Aurora Borealis di Tromsø, kota di utara Norwegia yang sudah masuk lingkar Arktik, yang katanya hanya berjarak sekitar 350 km dari pusat kutub utara. Disinilah, menurut review-review traveler hardcore, Aurora dapat terlihat. Namun apa daya, rencana tinggal rencana. Setelah berpikir matang-matang terutama dari segi keuangan, saya membatalkan rencana ke Tromsø dan menggantinya dengan mini tour keliling Norwegia dan Swedia saja. Semoga masih diberi kesempatan melihat Aurora di lain waktu, amin!

Setelah berunding dan ngecek ini itu, diputuskanlah bahwa saya (dan teman) akan menghabiskan waktu 9 hari (full, ga pake leyeh-leyeh) di 4 kota (Oslo, Stockholm, Stavanger, dan Bergen), 2 negara. Persiapan pun kami lakukan, mulai dari mengontak teman-teman di sana sampai memilih 3 baju (saja) untuk 9 hari perjalanan (Ooops sori buat yang harus selalu geret-geret koper, kita mah anaknya ranselan aja :p).

Selain berkeliling kota, pergi dari satu taman ke taman lain, mengejar sunset di pulau kecil di Stockholm, dan mengunjungi istana, akhirnya kami sampai juga di Preikestolen yang terkenal itu. Menyusuri Lysefjord walaupun angin laut utara menerjang hebat dan minum lelehan gletser. Jangan tanya berapa uang yang kami "ikhlasin" buat nyampe ke Fjord, mending ga makan deh daripada udah jauh-jauh ke Norway tapi ga ke Fjord #prinsip. Alhamdulillah, satu bucket list berhasil terpenuhi.




Lysefjord

Menyusuri pegunungan es di atas ketinggian lebih dari 1200 meter selama 7 jam perjalanan Bergen - Flåm - Oslo yang kata orang adalah Europe's Top Scenic Train Routes, benar-benar bikin merinding. Saya ogah tidur barang semenit pun daripada harus kelewatan pemandangan yang bikin nganga lebar.


Masuk ke National Gallery Oslo dan memandangi lukisan-lukisan Edvard Munch. Berpose di depan lukisan "Scream" karya Edvard Munch yang terkenal itu. Membeli kartupos dari setiap kota untuk koleksi pribadi dan untuk dikirim ke orang-orang kesayangan, menerjang badai angin bersalju yang datang tanpa permisi di Stockholm, nyasar ke taman remang-remang, dan memandangi North Sea yang tanpa ujung.

Entah ada daya tarik apa tentang Skandinavia yang membuat saya sangat ingin kesana dari dulu. Mungkin, seperti kata seorang teman: "Kamu ga akan rela menghabiskan uang terakhirmu kalau bukan karena itu adalah mimpi yang ingin kamu wujudkan."

Ketika saya akhirnya menyusuri Fjord, saya berbicara pada diri saya sendiri: "Akhirnya sampai di sini". Saat itulah saya sadar, satu mimpi telah menjadi kenyataan.

Sunset catcher di Stockholm

Stavanger